Kali ini aku mau berbagi cerita tentang buku yang berjudul Sahabat Pena. Pengen tahu kan ceritanya?
Antik dan Nita bersahabat baik. Begitu juga orangtua mereka. Memang rumah mereka berdekatan. Antik dan Nita bersekolah di sekolah yang sama. Mereka selalu bersepeda ke sekolah. Ayah Nita juga bekerja menjadi guru di sekolah tersebut.
Suatu ketika ayah Nita dipindahkan ke luar daerah untuk menjadi kepala sekolah di sana. Antik sangat sedih mendengar kabar itu, tapi kemudian dia punya cara untuk menghilangkn kesedihannya. Mereka memutuskan untuk menjadi sahabat pena.
Setelah bersahabat pena itu, kesedihan Antik berangsur-angsur hilang. Setelah lama tidak bertemu akhirnya saat liburan akhir semester Nita mengunjungi Antik. Dia juga mengatakan bahwa ayahnya kembali ditugaskan ke kota itu untuk mengganti kepala sekolah yang sudah pensiun. Tentu saja mereka merasa bahagia.
Antik dan Nita bersahabat baik. Begitu juga orangtua mereka. Memang rumah mereka berdekatan. Antik dan Nita bersekolah di sekolah yang sama. Mereka selalu bersepeda ke sekolah. Ayah Nita juga bekerja menjadi guru di sekolah tersebut.
Suatu ketika ayah Nita dipindahkan ke luar daerah untuk menjadi kepala sekolah di sana. Antik sangat sedih mendengar kabar itu, tapi kemudian dia punya cara untuk menghilangkn kesedihannya. Mereka memutuskan untuk menjadi sahabat pena.
Setelah bersahabat pena itu, kesedihan Antik berangsur-angsur hilang. Setelah lama tidak bertemu akhirnya saat liburan akhir semester Nita mengunjungi Antik. Dia juga mengatakan bahwa ayahnya kembali ditugaskan ke kota itu untuk mengganti kepala sekolah yang sudah pensiun. Tentu saja mereka merasa bahagia.
Judul : Sahabat Pena
Pengarang : Irma Novianti
Penerbit : Ganesca
Pengarang : Irma Novianti
Penerbit : Ganesca
14 komentar penyemangatku:
Punya sahabat pena itu memang menyenangkan lho.., dulu Mama punya banyak sahabat pena, sewaktu HP dan internet belum ada.. :D
Sayang dulu nggak punya sahabat pena, jadi nggak ada yang bisa diceritakan untuk Adek Shasa..
Tapi bagaimanapun, bersahabat itu indah..
dulu saya juga punya sahabat pena, sisa 1 orang saja yg masih kontak wlaupun tidak menggunakan surat lagi, skr beralih ke sms dan email
Shasa....punya sahabat pena itu asyik lho..kita bisa bercerita tentang apa saja yg terjadi didaerah kita....Bunda waktu kecil juga punya sahabat pena dari medan dan jogya...tapi karena kita masing2 sdh menikah dan ikut keluarga ..maka sampai sekarang jadi hilang kontak sama sekali...
Sahabat Pena...jadi inget lagu anak2 tapi saya lupa sapa yang nyanyi.
Tante juga punya...dan sampai sekarang meskipun dunia udah cangih tapi kami masih tetep kirim surat lho walaupun sekali-kali.
sekarang sahabat pena sudah gak ngetop, adanya sahabat SMS.
Dulu tante juga komunikasi sama teman yg jauh pakai surat, tapi sekarang sdh hp sptnya lebih mudah berkomunikasinya, bisa SMS an atau langsung tlp aja, malah skrg bisa chating .
wah... sahabat pena ya???? hobiku waktu masih sekolah thu.... seneng banget rasanya kalo dapet surat dari sahabat penaku,,,,
hemm.. karena ayah pindah tugas, akhirnya menjadi sahabat pena yah.
yang penting, persahabatan dan silaturahmi tetap terjaga meskipun hanya menggunakan surat. kalo sekarang, kangen yaa tinggal nelpon aja
saya jadi pengen punya sahabat pena :)
Wah keren ya shasa, kecil2 doyan baca. Harusnya ABG2 jaman sekarang malu nih :p
waw menarik juga nich
salam hangat dari blue
jaman sekarang hidup semakin mudah....sahabat pena pun sangat mudah didapatkan....seperti di dunia blog ini maupun di jejaring sosial lainya....
Shasa... dulu aku punya banyak sahabt pena lhoo
ketika internet belom ada
sukanya menulis surat dan mengirimkannya lewat pos
jaman dulu banget deh
Posting Komentar
Jangan lupa tulis pesan untukku ya? Terima kasih... ^_^